Hai semua, akhirnya ngepost lagi di blog pribadi ini...setelah sekian lama ga ngepost, banyak cerita dan banyak kejadian sudah ane lewatin dan tanpa celah pedih dan bahagia...
Dari pedih tak ada punya pegangan masa depan, hingga bahagia menemukan dirimu di tengah-tengah aku bergelut melawan masa depan.
Sabar !!!
Luar biasanya kata-kata ini. S A B A R.
Lima kata yang artinya tidak bisa dijabarkan..hanya dengan kata-kata..harus dengan perbuatan baru bisa merasakan nikmatnya kata-kata ini. Sabar sekali menunggu masa depan, dan sabar sekali menunggumu. Ga pernah si terfikirkan semua yang dirasain kini terjadi...karena suatu saat lalu aku hanya berharap kamu bisa mengerti disayangi dan menyayangi..tapi semuanya begitu nyata saat sabar menjadi senjatanya. Sabar menunggumu, mempercayaimu, dan menantimu. Sabar menanti pekerjaan yang tak kunjung datang. Sabar dalam segala lini kehidupan. Seandainya sabar tak baik hasilnya ane kira Semua AGAMA bakal nglarang sabar untuk ummatnya.
Tulus !!!
Memberi tanpa mengharapkan imbalan apapun.
Kedengarannya mudah yah untuk dilakukan, tapi sayangnya sekarang bisa dihitung lah mana yang tulus dan mana yang "tulus". Lakukanlah perbuatan apapun itu secara tulus, tanpa mengharapkan imbalan apapun apalagi imbalan balesan sedikitpun sebaiknya tidak. Bukan tanpa hasil, hasilnya luar biasa...luar biasa sekali... kalau kita tulus kita akan tambah dewasa, dewasaaa yang ga semua orang bisa dapet...
Intinyaaa...semua yang positif pasti hasilnya akan positif, apapun itu...
Matematika aja ngebuktiin kalo positif itu lebih besar dari negatif maka hasilnya akan positif, so...kalo kita, apa yang ada dalam hidup kita dan diri kita digunakan untuk hal dan sesuatu yang positif...hasilnya akan positif bagi kita, orang lain, dan orang didekat kita. :D
Selamattt menjalankan apa yang saya bilang diatas. :D
Tuesday, 8 May 2012
Monday, 27 February 2012
Tuesday, 24 January 2012
Selamat Datang Masa Laluku,
Selamat datang masa laluku,
Maap karena terlalu lama meninggalkan kebiasan masa laluku, sebentar lagi aku datang lagi teman..masa laluku.
Cukup tahu masa laluku, setahun ini aku senang, bahagia, mempunyai pengalaman kerja di Jakarta dan bukan perusahaan sebarangan. Punya teman-teman luar biasa...diluar jangkauan aku kalo ga kerja bisa bergaul di riuk pikuk ibukota ini.
Tapi, sekarang tak lagi dijakarta masa laluku,aku kembali kepadamu..semoga saja untuk beberapa saat saja.
Rindu pasti,karena kebiasaan setahun bukan hal mudah begitu saja untuk dilupakan meskipun kamu(*re:masalaluku) sudah mendampingiku sedari kecil dulu. Tak ada lagi cafe, tak ada lagi nonton, tak ada lagi makanan yang ga kejamah sama kantong, tak ada lagi makan fast food yang tak seberapa kenyangnya itu. Tak ada lagi mengirim uang ke rekening mamahku, tak ada lagi ngirim uang ke sodara di Medan. Dan tak ada lagi yang perlu dibanggakan karena anaknya bekerja di perusahaan besar.
Tak perlu mengeluh dan bersedih terlalu dalam, ini proses hidup,proses hidup menjadi yang lebih baik dengan sejuta kenangan dan pengalaman hidup di ibukota. Pahamilah ini, ini adalah pengalaman...orang sukses banyak belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain.
Aku ga terlalu ngerti arti sukses itu apa, tapi buat aku suskes adalah bahagia menjalani apa yang sedang dijalani dan seterusnya hingga sukses masuk syurga. aamiin.
Maafkan aku jika suatu saat kalian mengajakku tapi aku tak mau, bukan berarti aku tak mau berkumpul dengan kalian teman,tapi ada hal lain yang sepertinya sulit untuk dipaksakan. :)
Jalan Hidup Kita Sekarang Beda, Teman!
Aku harap kalian mengerti ini, karena ini sudah terbiasa aku jalani sedari kecil.
Ntah apa yang aku bisa berikan ke kalian di sisa-sisa hari-hariku bersama kalian, tapi kalian memberikan segalanya, memberikan kehidupan di tengah gelap hidupku. Semoga kalian berkenan dengan kehadiranku dihidup kalian, yang tak seberapa penting tapi ingin selalu menjadi penting. Ehehehe...
Sampai ketemu lagi teman, saudara, sahabat, keluarga baruku..insya Allah dengan suasana yang berbeda juga. Aamiiin. :D
Maap karena terlalu lama meninggalkan kebiasan masa laluku, sebentar lagi aku datang lagi teman..masa laluku.
Cukup tahu masa laluku, setahun ini aku senang, bahagia, mempunyai pengalaman kerja di Jakarta dan bukan perusahaan sebarangan. Punya teman-teman luar biasa...diluar jangkauan aku kalo ga kerja bisa bergaul di riuk pikuk ibukota ini.
Tapi, sekarang tak lagi dijakarta masa laluku,aku kembali kepadamu..semoga saja untuk beberapa saat saja.
Rindu pasti,karena kebiasaan setahun bukan hal mudah begitu saja untuk dilupakan meskipun kamu(*re:masalaluku) sudah mendampingiku sedari kecil dulu. Tak ada lagi cafe, tak ada lagi nonton, tak ada lagi makanan yang ga kejamah sama kantong, tak ada lagi makan fast food yang tak seberapa kenyangnya itu. Tak ada lagi mengirim uang ke rekening mamahku, tak ada lagi ngirim uang ke sodara di Medan. Dan tak ada lagi yang perlu dibanggakan karena anaknya bekerja di perusahaan besar.
Tak perlu mengeluh dan bersedih terlalu dalam, ini proses hidup,proses hidup menjadi yang lebih baik dengan sejuta kenangan dan pengalaman hidup di ibukota. Pahamilah ini, ini adalah pengalaman...orang sukses banyak belajar dari pengalaman sendiri dan orang lain.
Aku ga terlalu ngerti arti sukses itu apa, tapi buat aku suskes adalah bahagia menjalani apa yang sedang dijalani dan seterusnya hingga sukses masuk syurga. aamiin.
Maafkan aku jika suatu saat kalian mengajakku tapi aku tak mau, bukan berarti aku tak mau berkumpul dengan kalian teman,tapi ada hal lain yang sepertinya sulit untuk dipaksakan. :)
Jalan Hidup Kita Sekarang Beda, Teman!
Aku harap kalian mengerti ini, karena ini sudah terbiasa aku jalani sedari kecil.
Ntah apa yang aku bisa berikan ke kalian di sisa-sisa hari-hariku bersama kalian, tapi kalian memberikan segalanya, memberikan kehidupan di tengah gelap hidupku. Semoga kalian berkenan dengan kehadiranku dihidup kalian, yang tak seberapa penting tapi ingin selalu menjadi penting. Ehehehe...
Sampai ketemu lagi teman, saudara, sahabat, keluarga baruku..insya Allah dengan suasana yang berbeda juga. Aamiiin. :D
Saturday, 14 January 2012
Menengo!
Tidak ada duka disini, tidak ada
juga bahagia disini tanpa kehadiran kalian diduniaku, dunia kelam yang
diterangi hadir kalian disini. Aku hanya datang dengan kendesoanku, tapi kalian
menerimanya sebagai hiburan, aku suka, aku suka karena kalian suka, aku suka
karena kalian bisa menerimaku sampai saat ini. Menerimaku dengan apa adanya itu
hal yang selalu aku idam-idamkan dari semua teman-temanku.
Awalnya kita tidak bersatu
layaknya sekarang, karena memang butuh proses untuk menuju kesitu. Kalian
seperti stranger dulu, orang asing yang siap membawaku kejurang kenistaan, tapi
TIDAK…kalian membawaku ke dalam kehidupan selayaknya kehidupan ada bahagia, ada
sedih, ada menangis, pun selalu ada tertawa. Tanpa kalian apalah Jakarta ini
hanya sekedar busway dan kopaja 62. Kalian membawaku ke dunia yang belum pernah
terimpikan olehku.
Yessy Arnolia, Raden Geary Jarot
Wicaksono, Andi Hari Setiawan, Anggi Agustina, Eny Sholikah. Menggiringku
menyusuri Jakarta dengan segala pelik hidup yang sempat mendera hati dan kehidupanku.
Tak butuh waktu lama untuk
menyatukan fisi kita menjadi sahabat sejati, menjadi sebuah kisah klasik untuk
masa depan, sebuah kisah yang bisa kita banggakan kelak di hari tua. Kalian
dengan kehidupan kalian masing-masing masih saja bisa menjadi bahan lelucon
kita di group “menengo \=D/”. Allah itu adil, selalu memberikanku teman-teman
luar biasa seperti kalian. Lucu,kocak, settled, tapi masih bisa down to earth,
masih bisa menjadi panutan orang lain J,
senang Pasti, bangga Tak Terelakan lagi punya teman seperti kalian adalah
anugrah terindah dari Alloh SWT buat ku dan kehidupanku.
Apalagi yah yang harus ku
ceritakan tentang kalian, kalian itu tidak bisa diceritakan tapi bisa dikenang
dan senyum sendiri jika inget kalian, tapi akan berubah jadi eluh kalau
mengenang kebersamaan kita yang tak lagi bisa sesering dulu. Bisa berbagi
bersama, berbagi segalanya, cerita hidup, penerus hidup, pengalaman,
semuanya..everything about menengo is always in my mind.
Yessy Arnolia (Bunda)
Bunda, everything about you is
always amazing to make me laugh (*benerGaTuh) ahahaha. Tidak langsung akrab
seperti sekarang dulu. Butuh waktu kurang lebih 3 bulan untuk bisa menyatukan
fisi. Bunda itu, baiknya ga ketulungan kadang-kadang seperti bocah tapi sesaat
bisa berubah jadi Ibu anak satu. Dia menyatukan keluarga kecil bahagianya
dengan kita, mempunyai anak pintar tapi pendiem, dan suami super sabar, semoga
keluarga ini selalu dalam lindungan Allah dan diberi kebahagiaan. Sedikit
emosian si terkadang, pun celetuk celetukannya bisa jadi momok buat dia, kalau
orang itu tak biasa dengan hal-hal seperti itu. Ga sungkan buat cerita masalah
pribadi ke dia, dia lebih banyak makan garam untuk urusan cinta, dan kehidupan.
Tanggung jawabnya boleh diacungi (y) untuk keluarga dan tempat dia bekerja
(dulu). Apa yah, bunda itu paling ngerti aku banget ;;) ntah karena aku sering
ketemu dan berbagi kisah kali yah sama dia, jadi dia tahu kapan harus ngomong
pelan sama aku dan kapan harus lantang. Kesan pertama pasti kalian akan menilai
ibu anak satu ini Ketus, Jutek, ga nyapa kalo ga disapa. Tapi baru sekian lama
kalian akan tahu, kalian salah. J
bunda terimakasih menerimaku apa adanya diriku, senang bisa tertawa dan nangis
bersamamu.
Raden Geary Jarot Wicaksono (Pacul)
Pacul, apa yah artinya ga ngerti
deh Plamboyan Culas ato kepalanya yang kaya pacul(re:cangkul) =)). Cowok mantan
calon artis ini, pendiem banget. Sok cool banget ini orang atu, settled nya ga
ketulungan. Tapi senang punya teman seperti dia, anak orang kaya tapi sering
minjem duit buat ngangkot dikit-dikit “na, gocap na…buat ngangkot, ga ada duit
gw” ahahhaaa. Seneng banget kalo difoto. Dulu pertama kali ketemu dia, dia abis
futsal di kantor sama edwar pake celana pendek dengan tengilnya ngliatin aku.
Aku kira dia seperti orang Jakarta pada umumnya yang tak taat ibadah sering
hura-hura, dan sebagainya..tapi SALAH dia rajin sholatnya, baek juga, dia kaya
tapi ga menunjukkan kekayaannya, ga songong kayak orang2 kaya dijakarta.
Kadang-kadang diem ga jelas, kadang-kadang tiba-tiba bad mood bikin orang
gedheg, juga kadang-kadang cuek, dan ketus. Dia punya cara sendiri untuk buat
kita semua tertawa. Saking cueknya kadang-kadang itu bisa nyakitin lawan jenis
yang deket sama dia. Kurang-kurangin kaya gitu perempuan itu diciptakan untuk
disayangi, diberi perhatian, dimanjakan, dan untuk dicintai. He says “gw banyak
belajar dari lo na” :’( apanya yang belajar dari gw, yang ada gw belajar bahasa
inggris ama dia =)). Tetep sukses bray, cul, terimakasih terima gw apa adanya
gw. Kesetelanmu akan selalu ada dalam benakku. Ehehee..
Andi Hari Setiawan (Kendi)
Hemm, dia orang pertama yang
menyapa gw waktu pertama kali kerja “baru ya mas?” ahahahaa. Kendi, si muda,
paling muda diantara kita. Dia menjelma sebagai seorang yang baik
mengantarkanku kalau jalan sama kalian, pulang kantor, dan everything about
pulang malam. Teladan banget ini anak satu, ga dikantor ga di kampus, makanya
banyak manager yang “jatuh hati” dengan kinerjanya ;;) ciehh andi makan-makan
=)). Anak kuliahan satu ini paling inget dah kalo uda cekikikan khas banget.
Apa yah, suka lama kalo ngapa-ngapain, kadang-kadang keceplosan juga ahahahaa. Dia
itu anak marawis di desanya, suaranya oke punya. Tapi kalo karokean ama kita
seringnya pake suara dua, aahahaha. Pemuda yang tanggung jawabnya tinggi
banget. Baiklah andi pokokna mah. Terimakasih ya ndi, uda nrima gw apa adanya,
uda nganterin gw kalo pulang malem. Terimakasih, sukses selalu bray semoga
karier dan lulus dengan predikat cumlaude. Aamiin.
Anggi Agustina (MyLoveMyOfficer)
Dulu aku kira dia adalah anak SMA
yang sedang PKL, tapi begitu ngobrol dengan salah satu officer di kantor,
langsung semua orang tercengan (lebayDikit) ternyata dia Organik dikantor
ahahahaha. Tapi tiba-tiba dia menjelma sebagai seorang yang sangat mengakrabi
organda-organda dikantor, kemudian dia mulai merusak pikiran kita masing-masing
untuk bisa bersatu, dan lebih sering berjalan-jalan dengan mereka. Hasilnya
cukup memuaskan kita terbentuk Menengo. Dia itu oasis di tengah gurun pasir,
senyumnya, ketawanya, mencerminkan keanggunan khas mojang bandung
aahahaha..lebaayyy gilla. Dia baiknya ga ketulungan, setlednya juga ga
ketulungan sama ama pacul, tapi sama dia ga terlalu lebih gitu down to earth,
tanggung jawab sekali terhadap pekerjaannya, sampe-sampe dia sabtu, minggu
kadang-kadang masuk (y) salute. Ga nyangka gitu bisa ketemu dan berteman
denganmu my, kayaknya first look dulu kamu tu orangnya kayak orang Jakarta laen
gitu ga mau berteman sama orang ndeso kayak aku ini, tapi kamu enggak
my,malahan kayaknya kamu seneng betul tuh kalo ngetawain aku.. ;;).
My..my..pasti aku bakal kangen deh sama kamu, pesongmu, semua-semuanya deh.
Makasih ya my, telah menerimaku apa adanya. Maaf temenmu yang satu ini tidak
seperti temen-temenmu yang laen, malu-maluin gw mah ye..hehehe..miss you
pesong. J
Eny Sholikah (En)
Tak jauh beda dengan my, aku kira
dia adalah anak SMA yang lagi PKL karena ternyata mereka berbarengan dan satu
angkatan. Mantan assistant dosen ini jelas bukan main-main pinternya, bukan
sembarangan dosen di IT Telkom mengangkat mahasiswanya buat jadi asdos. Dengan
kesahajaannya, dengan keluguannya, dengan kelucuaanya, dan dengan ketawanya
yang amat sangat khas tak kalah khas dengan gaya ketawa kendi, dia merubah
suasana menengo yang tadinya serius, tiba-tiba dia nyeletuk dengan gaya medhok
melayuna hahahahhaha. Simple, baik, tidak neko neko, apa adanya, pribadi yang
sangat menjaga ibadahnya. Karena berasal dari desa juga, jadi sudah tahu lah
watak-wataknya orang desa, ya kayak saya ini!!. Ehehehe, but makasih ya en, uda
nerima aku apa adanya aku, terimakasih telah memberikan warna baru dalam hidup
gw. :D
Hakikatnya kita hanya sebatas
ini, mungkin aku akan segera terlupakan oleh kesibukan dan orang-orang baru
disekitar kalian. Mungkin aku akan segera menjadi kisah masa lalu yang tak
terlalu penting untuk diingat lagi. Tapi kalian akan selalu menjadi bagian
dalam warna hidup, mewarnai hati dan keseharianku. Walaupun tak bisa bertatap
muka dan berjabat tangan, semoga silaturahmi tetap terjaga yah, aku yakin dan
sangat percaya kalian akan tetap jadi diri kalian walau jarak memisahkan kita.
Potret kalian akan menjadi obat
saat aku rindu dengan riuh kalian, dengan tertawa khas kalian, dengan kebiasaan
yang pernah dan biasa kita lakukan sarapan bersama pagi-pagi, sholat berjamaah
bersama, jalan-jalan bersama, tertawa, menangis, karaoke, makan-makanan mahal,
nonton (kursi getar, 4D, FPI, Silent apa rusak, Cekikikan film serius, sky
dinning) semuaa..semuaa..kebiasaan yang pernah kita jalani, cuma itu, cuma itu
yang bisa aku banggakan disini, teman-teman luar biasa yang menopang ku dalam
sedih dan tawa. Aku tidak akan menjadi seperti ini tanpa kalian teman, kalian
membuat ku mellow,kalian membuatku menjadi tegar, dan kalian membuatku mencintai
kalian.
Maaf atas semua khilaf dan egoku,
Terimakasih atas segala partisipasinya mengisi dan mewarnai kehidupan ini. J
“Kalian dicerna waktu, aku dilebur kenangan, lalu masing-masing kita
menjelma dan menderai air mata.”
“tidak perlu memburu dan menyatu dengan hujan untuk memudarkan air mata,
disini…dipundak ini masih halus untuk menopang semua bebanmu kawan.”
Terimakasih Jakarta Mempertemukanku Dengan Mereka, Teman Luar Biasa !
Entah dari kapan ini berawal dan
entah darimana ini terbentuk, yang jelas semua kenangan ini tidak akan berakhir
dan akan selalu terjaga dalam frame kehidupan yang terjaga disepanjang detak
jantung dan nadi ini.
Ini tentang cerita sedih,
bahagia, senang, duka kita bersama, aku bersama mereka orang-orang baru yang
belum pernah aku temui sebelumnya. Tentang sebuah kebersamaan yang tak lama
terjalin tapi sulit untuk segera berdegradasi dengan kenangan baru. Sebuah
cerita yang ada hanya kebersamaan dan kebahagian.
Mungkin saat kalian baca ini,
kita sudah terpisah jarak tapi yakinlah kalian akan selalu ada di <3
ini. Kalian selalu tertawa dan
“menghina”ku dan akan selalu begitu. Jika kalian membaca ini pada saat pagi,
aku akan sangat ingat Sarapan pagi kita bersama di Pantri (tempat sejuta umat)
membicarakan semua hal yang akan dan sudah terjadi dikantor kemaren dan yang
akan datang. Jika kalian membaca ini pada saat siang, aku akan sangat ingat
waktu aku teriak teriak mengajak kalian sholat dzuhur berjamaah “Bundaaaa…sholat
ga?” “cul, nyok..pindah ye lo jadi mason..” dsb. Jika kalian membaca tulisan
ini sore hari, aku akan sangat ingat lagu himne telkom yang dikeraskan lewat
speaker kantor sehingga seluruh kantor akan mendengar itu sebagai pengantar
pulang kita kerja, dan sekali lagi aku bilang “pulang..pulang..pulang..ntar
kesurupan”.
Dulu,
Setelah lulus dari kuliahku di
bandung, masih dalam kondisi kelamku dengan uang 300rb perbulan. Mencoba
melamar pekerjaan disemua tempat di belahan Jakarta dan bandung. Applylah aku
di sebuah perusahaan tempat dimana aku kuliah, TELKOM. Tidak berfikir bahwa itu
akan menjadi lamaran terakhir yang aku lampirkan di attachment email ke
perusahaan ini. Yah, aku DITERIMA diperusahaan ini, perusahaan besar yang
mungkin semua orang akan berfikir “wah” jika bisa bekerja didalam sini. Bukan
tanpa alasan pun, semua orang didesaku “membesar-besarkan” pekerjaanku yang
jelas bukan pekerjaan yang biasa saja tapi tetap aku syukuri.
Bulan pertama berjalan lancar,
diterima sebagai Personal Assistant of GM Segment DBS. WTH, orang desa ini
langsung gugup begitu menerima tugas pertama “mengecash iPad ibu GM”
(katrok,langsung muter-muter nanya yang bisa) untuk ada sekretarisnya ibu yang
sudah makan garam dibidang ini. Liat sekitar yang belum terlalu akrab pun mulai
sotoy mengakrabkan diri semua orang disitu ku panggil dengan “mas brow” dan “mbak sis” untuk perempuan.
Dua sampai tiga bulan berjalan
semakin baik, kita sudah semakin akrab dan semakin berkeluarga. Hanya butuh
waktu sebentar untuk menyatukan asa kita sebagai organda kala itu karena sering
bertemu dan berbaur dalam dan luar kantor. Dan aku masih dengan kekatrokan ku
sebagai orang desa masuk Jakarta. Banyak cerita diantara mereka, cerita
kehidupan peliknya ibukota, ga pernah terbayang memang karena Jakarta bukan
tempat impian kala itu mencari nafkah. Tapi ternyata Allah berkehendak lain
untuk menemukan aku dengan mereka.
Mereka
keluarga ku dijakarta ini. Orang – orang luar biasa dibalik luar biasanya
Telkom Indonesia sebagai BUMN terbesar di Indonesia. Ini hanya sebagian dari
keceriaan kita. Lihat lah mereka saat diluar.
Mereka
bahkan lebih gila dari yang aku bayangin. Orang-orang tua ini buat mainan
anak-anak muda disekitarnya, diterawakan, disorak-sorak seakan tak ada batasan
antara organda dan organik kala itu. Ini di Rumah Air Bogor, kalo tidak dengan
mereka mungkin aku tidak akan pernah ketempat asik ini. Bermimpi pun tidak
pernah. Jalan S. Parman Kav.8 Slipi – Jakarta Barat, disitulah tempat yang
setiap pagi aku tuju demi sesuap asa membahagiakan orang tua dan Ridho Allah
SWT yang selalu dicari. Dengan Kopaja 62 menuju Tugu Pancoran dilanjut dengan
Bus Transjakarta setiap hari mereka lah yang mengantarkan aku menuju
kesempurnaan belajar mandiriku di tempat orang.
Ini adalah gaji pertamaku kerja,
hasil keringat sendiri dari gembel sampe bisa jalan-jalan ketempat yang ga
mungkin aku jalan pada saat gembel dulu. Mulai bisa mengirim orang tua meski
orang tua tak minta, mulai bisa menabung demi beli barang impian kamera digital
DSLR yang kini Alhamdulillah sudah kesampaian.
Tak lama dibarat, ternyata kantor
harus di pindah ke utara. Yah, di Jakarta Utara (bagian utara mana lagi ini
kantor ku yang baru,*pikirku waktu itu). Yah, sebenernya sama perjalan dari
barat ke utara 1 jam. Tapi panasnya bukan main, bikin nampol. Semakin terasa
jauh memang untuk rekan kerja yang rumahnya lebih jauh jika berangkat ke utara
daripada ke barat. Disinilah semua cerita dimulai, semua bahagia, dan sedih
ini. Ditempat baru ini banyak orang-orang baru pun bukan tanpa kenangan dengan
mereka.
Yah, AM Eksternal. Muda, beda,
cakep, dan berbahaya, ahahahaha. Didaulat sebagai penggedor revenue kantor
dikancah pencarian BC andalan. Luar biasa sekali mereka ini,lebih luar biasanya
mereka rata-rata adalah satu kampus, hanya sebagian saja yang tidak satu
kampus.
Terlalu banyak yang diceritakan
bersama mereka, terbanyak cerita untuk diceritakan, dan itu detail. Sulit untuk
digambarkan dengan kata-kata seperti ini. Yang jelas LUAR BIASA, AMAZING,
EXSTRAORDINARY, WONDERFUL, semua deh semuaaa kegilaan bersama mereka adalah
luar biasa. Mengenal mereka jauh lebih luar biasa.
Tempat-tempat yang rasanya belum
pernah aku mimpikan untuk didatangi, aku kunjungi bersama mereka. Rumah Air
Bogor, Desa Gumati, dll. Makanan-makanan yang rasanya tidak mungkin aku beli,
aku menikmati dengan mereka. Berkumpul dengan gemedhe gemedhe kantor yang
mungkin Cuma bisa diliat dari layar internet, aku melakukannya. Itu kenapa
banyak sekali kejadian luar biasa dalam hidup selama bersama kalian.
Pergi ke café café dipinggiran
Jakarta, bertemu public figure yang rasanya akan sulit ditemui di kotaku
Kebumen, memindahkan sudut kota Jakarta ke dalam gambar dikameraku bersama
kalian,tempat-tempat bercerita ditongkrongan Jakarta, semuanya bersama kalian.
Tapi,
Akhirnya yang tidak kita
sama-sama inginkan tiba, kita dipertemukan pasti juga akan dipisahkan begitu
lah kenyataan hidup. Karena Allah selalu meciptakan sesuatu berpasang-pasangan,
ada pertemuan pastilah akan ada perpisahan. Alhamdulillah kita dipertemukan
dalam keadaan yang abu-abu dan diakhiri dengan keadaan penuh warna. Berdasarkan
kebijakan management tempat kerja kita, tempat kita bekerja akan tidak ada lagi
kegiatan operasional yang biasa kita kerjakan. DBS akan dilebur menjadi BSR 1
dan BSR 2, semua AM dan AMEX akan dilebur bersama dua BSR tadi. Belum jelas
kapan itu akan terjadi sampai saat ini pun masih belum terjadi. Imbasnya semua
bagian operasional yang pernah dan ada di BSS SEGMENT DBS ditiadakan. Ironinya
kita semua support yang pernah bekerja dimasing-masing komputer DIRUMAHKAN.
Selain karena kontrak kita yang tlah usang, peleburan itu menjadikan tidak ada
posisi untuk kita di tempat peleburan.
Dari sinilah kegalauan ini
bermula, dari sini lah 3 hariku tak berhenti menetes eluh berawal, tidak lagi
BEKERJA akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan finansialku yang tak
seberapa, tidak lagi melakukan kebiasaan-kebiasaan bersama kalian adalah
membunuhku. Terpaku dalam kerinduan akan hal-hal bersama kala itu,kala kita
masih dipersatukan dalam kontrak 1 tahun. OFFICER, KAM, AM, AMEX dan semua yang
beperan dalam pencarian jati diriku di rantau perlahan memudar dibalut kenangan
bersama mereka. Selalu berkata dalam hati,mengeluh tak berguna, menangis.
30 Desember 2011
Menjadi awal kesendirian,
ditinggalkan kebersamaan, kebiasaan, kehangatan keluarga kecilku ini.
Orang-orang yang serius tapi lucu, cuek tapi ngakak. Tidaklah semudah itu
melupakan kebiasaan ini, diibaratkan kalian lah keluarga dipagi, siang, dan
sore menjelang. Seakan aku hanya berpindah rumah untuk menunaikan istirahat
untuk kemudian bersama kalian lagi keesokan harinya. Itu terjadi selama
setahun, bukan waktu yang lama saat menjalani, tapi saat mengingat semua
keceriaan kita itu adalah waktu yang sangat lama..sangaattt lamaaa. Sarapan
pagi, sholat dzuhur berjamaah, pergi ke ruko membeli lauk makan siang, masak
nasi, bu sani, kopi, sholat ashar berjamaah, pulang bareng dengan primajasa,
busway, arimbi, berpisah di halte penyeberangan walikota. Meliput kegiatan
dengan video-video konyol kebersamaan kita.
Sampai saat ini pun, aku masih
belum punya cara untuk tidak menangis saat melihat foto-foto kalian, mengenang
kebiasaan kita, ucapan-ucapan khas kalian, mimik muka kalian, keluhan, bahasa
tertawa, air mata, dan semua hal tentang kalian.
“teringat disaat kita tertawa
bersama ceritakan Semua Tentang Kita”
“Sampai jumpa kawanku, semoga kita
selalu menjadi Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan”
Sedang apa dan dimana kalian teman, saat-saat biasa kita bersama
menghabiskan hari,menghabiskan kebiasaan kita. Menghambur-hamburkan kekonyolan
kita, menertawakan satu sama lain, memhina satu sama lain. Kalian selalu
berbicara “nana, apaan si?” “Mas nanaaaa, geuleuh ih!!” “jang, didinya alus
pisan siah jang!” “mas nana, aku minta
tolong bikinin hunting dong mas,” “mas, PDA in dong mas!” “mas, pelanggan aku
ada yang gangguan speedy nih mas, kekamu ga mas?” bla..bla..blaa..sampai air
mata menjadi nyata mengalir berjalan mengiringi hidung dan mengiringi kepergian
kebersamaan kita.
“ada cerita tentang aku dan dia dan kita bersama saat dulu kala, ada
cerita tentang masa yang indah saat kita berduka saat kita tertawa”.
Mungkin aku akan segera terlupakan, atau mungkin kalian akan segera
melupakan kebersamaan dan keriuhan kita seiring berjalannya kesibukan dan waktu
yang kian menohok umur kita. Mungkin juga aku akan segera enyah dari benak dan
kisah hidup kalian. Tapi yakinlah teman, kalian akan selalu ada di sini, di
hati ini, bernyanyi, tertawa, dan melakukan hal yang biasa kita lakukan bersama
sampai akhir khayat ini. Sampai nafas tak lagi berhembus, kalian akan selalu
menjadi warna dalam hidupku, saat aku hitam kalianlah putihnya, saat aku gelap
kalian lah terang. Terang dalam gelapku.
Maafkan aku jika aku tak sempurna, maafkan aku jika aku tak bisa
seperti yang kalian harapkan, kebodohan, dan semua egoku semoga tak berbekas
luka dihati kalian. Teman Aku
Mencintaimu Karena Allah.
Jakarta terima kasih telah mempertemukan aku dengan mereka,
teman,saudara, bahkan keluarga tempatku beranjak dewasa menyambut hari esok. :)
Dari hati dengan cinta untuk kalian sahabat-sahabatku, semua ini ku
persembahkan sebagai pengenang kebersamaan kita.
"Yang tersisa hanya kenangan terindah dan kesedihanku."
Subscribe to:
Posts (Atom)



































