Pages

Sunday, 14 October 2012

Mengapa Aku Harus Menikahimu?

Hemm, mungkin kisah ini bisa jadi panutan ane buat nyari calon istri.. hehehe..
Hemm...aahhh, semoga bisa usaha menjadi aktor prianya.. :D

Source : muslimahzone.com


Muslimahzone.com - Ini adalah kisah seorang pemuda tampan yang shalih dalam memilih calon istri, kisah ini tak bisa dipastikan fakta atau tidak, namun semoga pelajaran yang ada didalamnya dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama Muslimah yang belum menikah semoga menjadi renungan.
Ia sangat tampan, taat (shalih), berpendidikan baik, orangtuanya menekannya untuk segera menikah.
Mereka, orangtuanya, telah memiliki banyak proposal yang datang, dan dia telah menolaknya semua. Orangtuanya berpikir, mungkin saja ada seseorang yang lain yang berada di pikirannya.
Namun setiap kali orangtuanya membawa seorang wanita ke rumah, pemuda itu selalu mengatakan “dia bukanlah orangnya!”
Pemuda itu menginginkan seorang gadis yang relijius dan mempraktekkan agamanya dengan baik (shalihah). Suatu malam, orangtuanya mengatur sebuah pertemuan untuknya, untuk bertemu dengan seorang gadis, yang relijius, dan mengamalkan agamanya.
Pada malam itu, pemuda itu dan seorang gadis yang dibawa orangtuanya, dibiarkan untuk berbicara, dan saling menanyakan pertanyaan satu sama lainnya, seperti biasa.
Pemuda tampan itu, mengizinkan gadis itu untuk bertanya terlebih dahulu.
Gadis itu menanyakan banyak pertanyaan terhadap pemuda itu, dia menanyakan tentang kehidupan pemuda itu, pendidikannya, teman-temannya, keluarganya, kebiasaannya, hobinya, gaya hidupnya, apa yang ia sukai, masa lalunya, pengalamannya, bahkan ukuran sepatunya…
Si pemuda tampan menjawab semua pertanyaan gadis itu, tanpa melelahkan dan dengan sopan. Dengan tersenyum, gadis itu telah lebih dari satu jam, merasa bosan, karena ia sedari tadi yang bertanya-tanya, dan kemudian meminta pemuda itu, apakah ia ingin bertanya sesuatu padanya?
Pemuda itu mengatakan, baiklah, Saya hanya memiliki 3 pertanyaan. Gadis itu berpikir girang, baiklah hanya 3 pertanyaan, lemparkanlah.
Pemuda itu menanyakan pertanyaan pertama:
Pemuda: Siapakah yang paling kamu cintai di dunia ini, seseorang yang dicintai yang tidak ada yang akan pernah mengalahkannya?
Gadis: Ini adalah pertanyaan mudah, ibuku. (katanya sambil tersenyum)
Pertanyaan ke-2
Pemuda: Kamu bilang, kamu banyak membaca Al-Qur’an, bisakah kamu memberitahuku surat mana yang kamu ketahui artinya?
Gadis: (Mendegar itu wajah si Gadis memerah dan malu), aku belum tahu artinya sama sekali, tetapi aku berharap segera mengetahuinya insya Allah, aku hanya sedikit sibuk.
Pertanyaan ke-3
Pemuda: Saya telah dilamar untuk menikah, dengan gadis-gadis yang jauh lebih cantik daripada dirimu, Mengapa saya harus menikahimu?
Gadis: (Mendengar itu si Gadis marah, dia mengadu ke orangtuanya dengan marah), Aku tidak ingin menikahi pria ini, dia menghina kecantikan dan kepintaranku. 
Dan akhirnya orangtua si pemuda sekali lagi tidak mencapai kesepakatan menikah. Kali ini orangtua si pemuda sangat marah, dan mengatakan “mengapa kamu membuat marah gadis itu, keluarganya sangat baik dan menyenangkan, dan mereka relijius seperti yang kamu inginkan. Mengapa kamu bertanya (seperti itu) kepada gadis itu? beritahu kami!”
  1. Pemuda itu mengatakan, Pertama aku bertanya kepadanya, siapa yang paling kamu cintai? dia menjawab, ibunya. (Orangtuanya mengatakan, “apa yang salah dengan itu?”) pemuda itu menjawab, “Tidaklah dikatakan Muslim, hingga dia mencintai Allah dan RasulNya (shalallahu’alaihi wa sallam) melebihi siapapun di dunia ini”. Jika seorang wanita mencintai Allah dan Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) lebih dari siapapun, dia akan mencintaiku dan menghormatiku, dan tetap setia padaku, karena cinta itu, dan ketakutannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan kami akan berbagi cinta ini, karena cinta ini adalah yang lebih besar daripada nafsu untuk kecantikan.
  2. Pemuda itu berkata, kemudian aku bertanya, kamu banyak membaca Al-Qur’an, dapatkan kamu memberitahuku arti dari salah satu surat? dan dia mengatakan tidak, karena belum memiliki waktu. Maka aku pikir semua manusia itu mati, kecuali mereka yang memiliki ilmu. Dia telah hidup selama 20 tahun dan tidak menemukan waktu untuk mencari ilmu, mengapa Aku harus menikahi seorang wanita yang tidak mengetahui hak-hak dan kewajibannya, dan apa yang akan dia ajarkan kepada anak-anakku, kecuali bagaimana untuk menjadi lalai, karena wanita adalah madrasah (sekolah) dan guru terbaik. Dan seorang wanita yang tidak memiliki waktu untuk Allah, tidak akan memiliki waktu untuk suaminya.
  3. Pertanyaan ketiga yang aku tanyakan kepadanya, bahwa banyak gadis yang lebih cantik darinya, yang telah melamarku untuk menikah, mengapa Aku harus memilihmu? itulah mengapa dia mengadu, marah. (Orangtua si pemuda mengatakan bahwa itu adalah hal yang menyebalkan untuk dikatakan, mengapa kamu melakukan hal semacam itu, kita harus kembali meminta maaf). Si pemuda mengatakan bahwa Nabi (shalallahu’alaihi wa sallam) mengatakan “jangan marah, jangan marah, jangan marah”, ketika ditanya bagaimana untuk menjadi shalih, karena kemarahan adalah datangnya dari setan. Jika seorang wanita tidak dapat mengontrol kemarahannya dengan orang asing yang baru saja ia temui, apakah kalian pikir dia akan dapat mengontrol amarah terhadap suaminya??
Pelajaran akhlak dari kisah tersebut adalah, pernikahan berdasarkan:
  • Ilmu, bukan hanya penampilan (kecantikan)
  • Amal, bukan hanya berceramah atau bukan hanya membaca
  • Mudah memaafkan, tidak mudah marah
  • Ketaatan/ketundukan/keshalihan, bukan sekedar nafsu
Dan memilih pasangan yang seharusnya:
  • Mencitai Allah lebih dari segalanya
  • Mencintai Rasulullah (shalallahu ‘alai wa sallam) melebihi manusia manapun
  • Memiliki ilmu Islam, dan beramal/berbuat sesuai itu.
  • Dapat mengontrol kemarahan
  • Dan mudah diajak bermusyawarah, dan semua hal yang sesuai dengan ketentuan Syari’at Islam.
Rasulullah shalalahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Wanita dinikahi karena empat hal, [pertama] karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Carilah yang agamanya baik, jika tidak maka kamu akan tersungkur fakir”. (HR. Bukhori no. 5090, Muslim no. 1466)
Gimana-gimana??
Bikin bingung? Jadi Nyesel? Jadi Terinspirasi?
Semoga bermanfaat yah.. aamiin.. :D

Friday, 5 October 2012

Rindu itu...


Rindu itu...
Semakin menjadi kalau harus mengingat masa lalu yang indah
Mengingat apa yang sudah dilalui bersama,
Tapi, pada saat bersamaan...itu sudah lagi tak bisa dilakukan..
Bahkan rindu ini terlarang...

Ehhmmm..
Speechless.. if i must remember every single moment with you..
And If i can, i wanna do it every day...but past and now too different...

Ini pertama kali ketemu, setelah sekian lama menahan hal yang sama..
Pada saat bersamaan, otak memutarkan lagi apa yang sudah dan telah terjadi pada waktu itu,
Bahagia, Senang... hah.. it's just make my eyes melted.



Wednesday, 3 October 2012

Believe In Allah

Ya Allah,
Cobaan tidak akan berenti sampai manusia meregang nyawa...
Sepahit apapun cobaan itu, semua sudah diatur kadarnya olehMu ya Allah,
Seperti obat yang sudah diatur oleh dokter kadarnya untuk pasien,
Begitulah seharusnya manusia bersyukur..
Ya Allah,
Kuatkan hati ya Allah, kuatkan hati hamba, sehingga hamba adalah salah satu dari golongan yang dirindukan Surga ya Allah,
Siapalah aku ya Allah, tanpa Engkau Tuhan Yang Maha Menciptakan.
Segalanya, hidup ini dan seluruh isinya semoga hanya kepadaMu lah muaranya.
Pekerjaanku, hobbyku, apa yang aku kerjakan..hindarkanlah aku dari rasa sombong ya Allah.

Ya Allah,
Aku percaya,ketentuanMu melebihi semua keindahan yang ada di jagad raya ini. :)

Monday, 10 September 2012

Nitip

Titip hatiku yah,
Titip hatiku dan seisinya yang sudah kamu tahu..
Baik dan buruknya..
Aku udah nitipin ini duluan ke Allah..
Nitip ke kamu juga...
Kamu inget kan lagu jaga selalu hatimu seventeen yang kita nyanyiin bareng.
Aku ga ngerti seberapa berkesannya itu lagu, tapi buat aku itu berkesan banget..

Jaga hatiku, hatimu..
Bawa kemanapun kamu pergi..
Jadikan temanmu hingga takdir yang memisahkan...
Hingga ada hati lain yang siap lahir dan batin datang kepadamu..

Aku merasa sendiri sekarang,
Kerasa banget...ga ngerti gimana ngungkapinnya..tapi aku kesepian banget.
Aku cuma bisa ngeluh sama Allah,
Kayak ada yang hilang dari sebagian diriku...

Kau jaga selalu hatimu, saat "jauh" dariku, tunggu aku kembali...
Aku percaya kamu... selalu percaya...

#day1

Hari pertama tanpa kebiasaan bersama, rasanya lemes banget..
Dari mulai bangun tidur, udah ngerasa ga enak badan...
sepanjang jalan dibusway bawaannya mrebes mili aja..

Hah, beratnya keadaan ini...
Apalagi pas ada bbm masuk, langsung melted ini mata..
Aku ga ngerti kenapa, keadaan ini begitu melted...
padahal ini keputusan bersama, demi kebaikan bersama..
Semoga ini masalah waktu saja buat bisa merubah keadaan menjadi "biasa"

Bahkan sholat pun masih melted...
Ahhh, ya Allah kenapa aku begitu melted dengan keadaan seperti ini..
Sadarkan Aku ya Allah pada dasarnya adalah keputusanMu lebih indah dibanding ego ku ya Allah..
Semoga aku cepat-cepat terbiasa dengan keadaan seperti ini..
tanpa harus mengeluh, dan tetap bersyukur bahwa Takdir Allah yang satu ini pasti akan berujung indah.

"kita sepakat bila rasa yang sesungguhnya tak mudah di dapat, perlu ada pengorbanan, perlu ada perjuangan...seperti pahlawan..

kita tulis cerita, yang takkan kita lupa..bersama di bawah langit senja dimana, kita nyatakan saja..pada mereka dengan sebuah lagu.."

Semoga #day2 semakin #sabar #kuat #tabah dan tetep #positifthinkin.
aamiin ya Allah